Kamis, 28 Agustus 2014

JASA UPACARA ADAT : SIRAMAN " MANDI TANGAS PENGANTEN " CARE' ADAT BETAWI TELP. 085211711318

Salah satu tradisi Orang Betawi sebelum melangsungkan akad nikah adalah Upacara adat Tangas Penganten. Yaitu berupa upacara mandi uap ( sauna ala Betawi ) dimana Calon pengantin wanita dirawat atau dipiare selama seminggu seminggu atau sepuluh hari, dilakukan oleh seorang wanita yang biasa di sebut tukang piare' ( dukun piare').
Selama dirawat, si calon pengantin tersebut minum jamu-jamuan khusus untuk  dan memakai lulur serta menjalani beberapa pantangan.
Misalnya tidak boleh bercermin, tidak boleh mandi, tidak boleh menukar pakaian, makan gorengan, dan sebagainya, semua ini dimaksudkan agar calon pengantin tersebut menjadi singset atau langsing sehingga kelihatan lebih cantik, bercahaya wajahnya/kulitnya pada waktu dirias, selama itu juga dimaksud agar calon pengantin tidak banyak mengeluarkan keringat.
Pada masa itu ada kebiasaan bahwa calon pengantin sebelum siraman, giginya dipapas (diratakan), namun hal ini sekarang sudah tidak dijalankan lagi. Papas dimaksudkan untuk mempercantik calon pengantin tersebut.
Sehari sebelum hari pernikahan atau pagi harinya, biasanya akad nikah dilaksanakan pada hari Jum'at, setelah ashar calon pengantin dimandikan oleh tukang piare pengantin/perawat pengantin.
Sebelum upacara mandi, calon pengantin meminta izin orang tuanya dengan menemuinya dan mencium tangannya, pengantin memakai kemben atau kebaya tipis, rambut disanggul.
Yang memandikan hanya tukang piare pengantin (kecuali ada permintaan lain dari pihak keluarga, atau keluarga yang di tuakan). yang lain hanya menyaksikan saja.
Perlengkapannya adalah :
  1. Kembang 7 rupa (setaman)
  2. Paso tanah
  3. Gayung batok
  4. Pedupan dengan setanggi/gahru yang diletakkan di bawah bangku tempat penganti duduk
Konon menurut kepercayaan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh keluarga pengantin pakaian bekas mandi diberikan kepada tukang Piare Pengantin sebagai hadiah.
Setelah upacara "mandiin", pengantin menjalani upacara tangas atau kum (semacam mandi uap) untuk membersihkan bekas-bekas lulur dari pori-pori dan membuat kulit pengantin menjadi wangi serta tidak mengeluarkan keringat pada waktu rias.
Peralatannya adalah :
  • Kembang 7 rupa (kembang setaman)serta ramuan lainnya seperti : Daun jeruk purut, daun pandan, akar wangi, daun mangkok dll
  • Paso tanah
  • Kursi rotan bolong-bolong
  • Tikar atau kain penutup
Kembang 7 rupa (kembang setaman)dan ramuan-ramuan dimasak, lalu dituang kedalam paso. Pengantin duduk dikursi rotan bolong-bolong, yang dibawahnya diletakkan paso yang berisi air panas, kembang, ramuan-ramuan lainnya. sehingga uapnya naik ke atas. Seluruh badan pengantin dikerudungi dengan kain atau dikelilingi tikar dan atasnya ditutup dengan kain.
Hal ini dimaksudkan agar uap tidak keluar, tetapi meresap ke pori-pori dan membersihkan sisa-sisa lulur tersebut.
Setelah ditangas pengantin dikeringkan dan mengenakan kebaya Betawi, selanjutnya diserahkan kepada tukang rias pengantin untuk menjalani upacara cukuran. Upacara cukuran berlangsung didalam kamar pengantin.

Yang dibersihkan adalah : bulu-bulu kalong pada kening,pelipis dagu, tengkuk
Setelah upacara cukuran selesai, malam harinya pengantin menjalani upacara malam pacar.
Lepas sembahyang magrib keluarga dan para handai taulan serta teman-teman pengantin berkumpul dan bersiap-siap untuk memulai acara ini.
Dengan mengenakan Kebaya None yang cerah lengkap dengan perhiasan Betawi.
Pada malam ini biasanya diadakan pula malam mauludan atau selamatan.





Salam Ta'zim kepada ke 2 Orang Tua






 



wudhu


Prosesi Tangas ( mandi Uap / Kum )



Pacar kuku

Perlengkapan : Kembang setaman, daun sirih, gambir, dll

Acara Malam Pacar




Prosesi Potong Centung

Jualan Kue-kue khas Betawi









Pakaian None Jakarta

Kami juga menyediakan :


(silahkan " KLIK " menu dibawah ini : )

Roti Buaya ( tersedia ukuran : 20 cm, 70 cm, 1 meter, 2 meter )
Upacara adat Betawi " Buka Palang Pintu "
Alat Musik Gesek Betawi " Tehyan, Kong ahyan, Sukong "
Tarian Betawi
Musik Tanjidor
Sewa Ondel-ondel
Delman Hias Betawi  
Sirih Nanas Hantaran
Kue / makanan Khas Betawi
Dekorasi & Pelaminan Nuansa Betawi
Hiburan Musik Kesenian Betawi : Gambang Kromong
-  dll.  Informasi lengkap, silahkan hubungi kami :

"Sewa Busana Betawi dot com"
                                        Menjaga tradisi asli Betawi 


Alamat :

Jl. Masjid Al Fajri Rt. 012/01 No. 7 

Pejaten Barat   Pasar Minggu  Jakarta Selatan 12510, INDONESIA

Tlp. 021-93786634  HP. & Whatsapp 085211711318  PIN BB : 2B1F36E6



Senin, 30 Juni 2014

Sewa Baju Daerah BALI Telp. 085211711318 atau 021-93786634

Miss UMN dg Kebaya Bali koleksi kami

Kebaya Bali & Baju Tari Pendet

Baju Tari Cendrawasih

Baju Jas Tutup khas Bali


Panitia Wisuda Mahasiswa UMN-Tangerang 4 Juni 2014, dg Koleksi Busana kami

Busana Pengantin Khas Bali Modifikasi.


Informasi lengkap, silahkan hubungi kami :

"Sewa Busana Betawi dot com"
                                        Menjaga tradisi asli Betawi 


Alamat :

Jl. Masjid Al Fajri Rt. 012/01 No. 7 

Pejaten Barat   Pasar Minggu  Jakarta Selatan 12510, INDONESIA

Tlp. 021-93786634  HP. & Whatsapp 085211711318  PIN BB : 2B1F36E6

Rabu, 11 September 2013

Sewa Baju Cina Cheongsam, dll Telp. 085211711318 atau 021-93786634


Cheongsam adalah wanita dengan corak bangsa Tionghoa . Nama "Cheongsam" berarti "pakaian panjang".
 Baju ini biasa dikenakan oleh wanita muda cina, dan lazim digunakan pada kegiatan formil maupun santai.


Kini pemerintah tengah giat mempromosikan busana yang menarik dan nampak anggun ini biasa di kenakan pada saat pemilihan Koko Cici Jakarta yang diselenggarakan setiap tahunnya sebagai bentuk keragaman etnis yang hidup dan pembentuk masyarakat Betawi sebagai suku asli kota Jakarta.
 
Koko -  Cici Jakarta  dengan Baju Cheongsam dikenakan saat acara Lebaran Betawi, tgl 31 Agustus 2013 di Monas


Saat Final Abang None Jakarta


 
Baju Taichi


Kami juga menyediakan :


(silahkan " KLIK " menu dibawah ini : )


Roti Buaya ( tersedia ukuran : 20 cm, 70 cm, 1 meter, 2 meter )
Upacara adat Betawi " Buka Palang Pintu "
Alat Musik Gesek Betawi " Tehyan, Kong ahyan, Sukong "
Tarian Betawi
Musik Tanjidor
Sewa Ondel-ondel
Delman Hias Betawi  
Sirih Nanas Hantaran
Kue / makanan Khas Betawi
Dekorasi & Pelaminan Nuansa Betawi
Hiburan Musik Kesenian Betawi : Gambang Kromong
-  dll.  Informasi lengkap, silahkan hubungi kami :

"Sewa Busana Betawi dot com"
                                        Menjaga tradisi asli Betawi 


Alamat :

Jl. Masjid Al Fajri Rt. 012/01 No. 7 

Pejaten Barat   Pasar Minggu  Jakarta Selatan 12510, INDONESIA
Tlp. 021-93786634  HP. & Whatsapp 085211711318  PIN BB : 2B1F36E6




Jumat, 22 Maret 2013

JUAL : ROTI BUAYA, WAJIK, DODOL, GEPLAK Telp. 085211711318

JUAL : KUE & MASAKAN TRADISIONIL KHAS BETAWI ( DODOL, TAPE ULI, KERAK TELOR, ROTI BUAYA, ES DOGER, BIR PLETOK, ASINAN BETAWI, DLL )

Kue Betawi beraneka ragam bentuk dan rasanya. Beraneka rupa pula cara penyajian dan pengolahannya.

Kami menjual beraneka ragam kue tradisionil khas Betawi seperti :

"DODOL BETAWI"

Dodol betawi berwarna hitam kecoklatan dengan variasi rasa terdiri dari ketan hitam, original, dan durian. 
Proses pembuatan dodol betawi sangat rumit. Bahan baku pembuatan yang terdiri dari ketan, gula merah, gula pasir dan santan harus dimasak di atas tungku api yang terbuat dari batang akar (bongkot) pohon pisang, dengan kuali besar yang disebut "kenceng" serta pengaduk besar seperti dayung dengan kayu bakar bara api selama 8 jam.
Dodol betawi umumnya dibuat sebagai penganan khusus untuk pesta, bulan Ramadan, Idul Fitri atau Idul Adha. Terutama menjelang hari raya, dodol betawi laris terjual. Karena proses pembuatannya yang rumit, hanya sedikit orang-orang yang ahli membuat dodol betawi.
Dalam tradisi orang Betawi, dodol dibuat biasanya bersama-sama dengan sanak saudara dimana seluruh keluarga berkumpul sebagai sarana silaturahmi menjelang hari raya Idul Fitri (sebelum masuk bulan Ramadhan).


Gambar : Dodol Betawi


"MANISAN KOLANG-KALING / BELULUK"



Manisan buah aren yang kenyal legit bisa jadi cemilan saat berbuka puasa atauada saat acara-acara seperti Lebaran, resepsi pernikahan, dll.

Sangat cocok untuk campuran es atau pelengkap minuman. Rasanya kenyal, manis dan dipercaya obat mujarab untuk sariawan maupun panas dalam.

Gambar : Manisan Kolang-kaling / Beluluk


"WAJIK"

Sama seperti wajik pada umumnya, wajik betawi dibuat dari beras ketan yang diberi santan, gula, dan parutan kelapa.
Perbedaannya hanya terletak pada warna dan pembungkusnya saja. Jika wajik umumnya dibungkus dengan daun pisang atau kulit jagung, maka wajik betawi biasanya dibungkus dengan kertas miyak yang berwarna warni seperti merah, kuning, hijau, putih, dsb.
Di Betawi, wajik terdapat 2 jenis yaitu selain yg dibungkus kertas, juga terdapat yang berupa potongan kecil tanpa dibungkus kertas dan disajikan diatas piring.
Rasanya yang legit enak dan gurihnya parutan kelapa memberikan sensasi enak saat dikunyah, apalagi jika dinikmati bersama secangkir teh disore hari.
Gambar : Wajik



" GEPLAK "

Geplak banyak dikonsumsi masyarakat sebagai camilan atau makanan kecil, namun memiliki rasa lezat. Biasanya geplak dibuat khusus untuk hantaran pengantin Betawi, hidangan keluarga, bahkan ada pula yang memesan khusus memeriahkan perayaan keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Terbuat dari beras yang agak keras lalu digiling menjadi tepung dan disangrai, lalu dicampur dengan kelapa parut yang juga sudah disangrai sebelumnya. Kemudian adonan itu dicampur dengan gula pasir yang sudah dicairkan hingga agak mengental, dan selagi panas diaduk-aduk hingga menjadi adonan yang padat, lalu dicetak dalam tenong.
Untuk mendapatkan rasa yang pas, terlebih dulu adonan diaduk hingga merata. Setelah itu adonan yang sudah rata, dicetak ditenong dan kemudian ratakan dengan tangan dengan setengah dipukul, karenanya disebut dengan geplak. Rasanya yang manis bercampur gurih menjadikan geplak cukup terkenal pada masa kejayaannya dan banyak digemari masyarakat.

Gambar : Geplak



" TAPE  ULI "
Tape uli atau yang biasa dikenal dengan tape ketan dan uli, merupakan salah satu makanan tradisional Betawi. Kuliner khas ini dibuat dari hasil peragian atau fermentasi.
Selain itu, agar pembuatan tape dapat berhasil, bukan hanya bahan-bahannya saja yang harus bersih, tetapi juga alat-alat yang digunakan harus benar-benar terjaga kebersihannya. Usahakan supaya perlengkapan untuk membuat tape bersih dari lemak, minyak, dan juga air yang digunakan harus bersih. 
Uniknya, ada mitos di masyarakat Betawi bahwa jikalau seorang wanita yang telah menikah dan bersuami tengah membuat tape (saat proses fermentasi ), maka dilarang untuk tidur dengan suaminya dan tidak diperbolehkan berbicara selama proses pembuatannya, jika hal tersebut dilanggar maka fermentasinya akan gagal ( Ngeladek : dalam bahasa Betawi). Setelah masak, untuk menambah rasa nikmat tape disandingkan dengan "uli" yaitu berupa ketan putih dicampur santan dan parutan kelapa yang ditumbuk halus dan dibungkus dengan daun pisang.
Gambar : Tape Uli


" KUE ONDE "

Bagi orang Jawa, kue ini disebut kue Klepon, karena terbuat dari bahan yang hampir sama, yaitu dari tepung ketan, daun suji, daun pandan, gula merah dan parutan kelapa. Jikalau klepon di sajikan perbutir, serta ukurannya yang hampir sebesar bola ping-pong, maka kue onde hanya sebesar kelereng atau ‘gundu’ yang disajikan dengan pincuk kecil yang terbuat dari daun pisang, dan terdapat beberapa butir dalam satu porsi kemasan.

Gambar : Kue Onde


" ROTI BUAYA "

Setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, pasti tak pernah meninggalkan yang namanya roti buaya. Biasanya roti yang memiliki panjang sekitar 1 meter ini dibawa oleh mempelai pengantin laki-laki pada acara serah-serahan untuk dipersembahkan kepada calon mempelai wanita.
Selain roti buaya, mempelai pengantin laki-laki juga memberikan uang mahar, perhiasan, kain, baju kebaya, selop, alat kecantikan, serta beberapa peralatan rumah tangga.
Dari sejumlah barang yang diserahkan tersebut, roti buayamenempati posisi terpenting. Bahkan, bisa dibilang hukumnya wajib.
Sebab, roti ini memiliki makna tersendiri bagi warga Betawi, yakni sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk sehidup-semati.
Asal muasal adanya roti buaya ini,konon terinspirasi dari perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Dan masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun.
Selain terinspirasi perilaku buaya, simbol kesetiaan yangdiwujudkan dalam sebuah makanan berbentuk roti itu juga memiliki makna khusus. Menurut keyakinan masyarakat
Betawi, roti juga menjadi simbol kemampanan ekonomi. Denganmaksud, selain bisa saling setia, pasangan yang menikah juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan.
Karenanya, tak heran jika setiap kali prosesi pernikahan, mempelai laki-laki selalu membawa sepasang roti buaya berukuran besar, dan satu roti buaya berukuran kecil yang diletakkan di atas roti buaya yang disimbolkan sebagai buaya perempuan.
Ini mencerminkan kesetian mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan sampai beranak-cucu. Tradisi ini masih berlangsung sampai sekarang.

Gambar : Roti Buaya Mini ( mini : 20cm, besar : 1 meter).
Ukuran 1 meter



Tersedia aneka macam pilihan ukuran :
 - Besar :
          1 meter, 2 meter
 - sedang 70 cm
 Kecil (mini ) : 20cm


" KUE CINCIN "

Dari namanya saja kita sudah mengetahuinya bahwa kue ini berbentuk menyerupai cincin atau donat. Bentuknya bulat pipih dan berwarna coklat, karena dibuat dari gula merah yang dicampur dengan tepung beras, kemudian digoreng.
 



                                                           " KUE RANGI "

Kue ini terbuat dari  parutan kelapa kasar dicampur juga dengan tepung Sagu Aren. Kemudian cetak tipis dengan wajan khusus yang sudah dibentuk. Jika sudah matang diberi lumuri  selai Gula merah yang dicampur sagu.  Rasanya Gurih dan Manis.


Gambar : Kue Rangi



KUE TAMBANG "

Terbuat dari  tepung terigu, sagu, gula, santan, dan telur. Sejak zaman dahulu Kue ini biasa hadir di meja-meja orang Betawi dengan tempatnya yang khas toples kaca seperti pada gambar dibawah ini. Rasanya yang gurih dan manis, sehingga kue ini menjadi salah satu makanan primadona anak-anak di Betawi.
 
Kue Tambang


Kami juga menyediakan :
(silahkan " KLIK " menu dibawah ini : )

Batik Betawi
Roti Buaya ( tersedia ukuran : 20 cm, 70 cm, 1 meter, 2 meter )
Upacara adat Betawi " Buka Palang Pintu "
Tarian Betawi
Musik Tanjidor
Sewa Ondel-ondel
Delman Hias Betawi  
Sirih Nanas Hantaran
Kue / makanan Khas Betawi
Dekorasi & Pelaminan Nuansa Betawi
Hiburan Musik Kesenian Betawi : Gambang Kromong
-  dll. 


Informasi lengkap, silahkan hubungi kami :


"Sewa Busana Betawi dot com"
                                        Menjaga tradisi asli Betawi 

Alamat :
Jl. Masjid Al Fajri Rt. 012/01 No. 7 
Pejaten Barat   Pasar Minggu  Jakarta Selatan 12510, INDONESIA
Tlp. 021-93786634  HP. & Whatsapp 085211711318  PIN BB : 2B1F36E6